Atiqah Kesulitan Perankan Suku Bajo


Aktris sekaligus bintang iklan, Atiqah Hasiholan mendapat peran yang cukup menantang. Dia berperan menjadi salah satu warga Suku Bajo, salah satu suku di Indonesia dalam film 'The Mirror Never Lies'.

Meskipun merasa senang dan tertantang dengan perannya tersebut, Atiqah mengaku sempat mengalami kesulitan saat memainkan perannya.

"Dialeknya cukup sulit. Baik intonasi ataupun kata-katanya sulit. Aku kesulitan, kaya gimana sih dialek Bajo itu," ujar Atiqah saat ditemui di FX, Senayan, Jakarta Pusat.

Namun Atiqah tidak menyerah. Proses pembuatan film yang diambil di tengah-tengah kehidupan suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara itu dia pergunakan sebaik-baiknya untuk belajar. Di samping itu, dia mengambil masyarakat lokal untuk dijadikan kru.

"Di sana orangnya sangat menyenangkan sekali. Mereka sangat open, nggak banyak basa-basinya, makanya cepat akrab," ucapnya.

Selain persoalan dialek, wanita kelahiran Jakarta 3 Januari 1982 itu mengaku tidak ada masalah. Bahkan, dia mengatakan begitu menikmati suasana alam dan kehidupan laut Suku Bajo.

"Aku memang suka laut. Saat menyelam underwater ke bawah air tanpa napas, jadi harus di-retake, muka tuh kayanya darah sudah tidak ada. Matanya perih banget karena nggak terbiasa. Itu tantangan banget," jelasnya.

Dalam film karya sutradara muda Kamila Andini ini, Atiqah memerankan tokoh Tayung, seorang ibu dari gadis Bajo bernama Pakis. Tayung sendiri sering mengalami konflik dengan anaknya, terlebih ketika sang suami sekaligus ayah dari Pakis dinyatakan hilang di lautan. (vivanews)
0 Komentar untuk "Atiqah Kesulitan Perankan Suku Bajo"

Back To Top